WEDDING INVITATION
Dear :
Please be a part of our happiest moment
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Matius 19:6
Dengan mengucap puji dan syukur kepada Tuhan, kami bermaksud mengundang Anda untuk dapat menghadiri acara pernikahan kami yang akan dilaksanakan pada:
Sabtu, 16 Mei 2026
08.00 WIB - Selesai
HKBP Parongil
Jl. Listrik No. 01 Parongil
Sabtu, 16 Mei 2026
12.00 WIB - Selesai
Sopogodang HKBP Parongil
Jl. Listrik No. 01 Parongil
" A happy marriage is a long conversation which always seems too short".
Berikan ucapan harapan dan do’a kepada kedua mempelai
Disinilah awal kisah kami dimulai tahun dimana menjadi awal pertemuan kami. Kami dipertemukan di sebuah bimbel (bimbingan belajar) yang bernama Lembah Tidar di kota Medan, tempat kami sama-sama berjuang dan mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi POLRI. Pada saat itu, kami tidak saling memperhatikan karena fokus kami hanya satu yaitu belajar dan berlatih demi meraih impian untuk lulus tes Kepolisian. Kami menjalani hari-hari sebagai teman seperjuangan tetapi tidak mengenal satu sama lain, tanpa menyadari bahwa pertemuan itu akan menjadi awal dari sebuah cerita yang lebih panjang. Namun, perjalanan kami tidak berjalan sesuai rencana. Kami sama-sama harus menerima kenyataan bahwa kami gugur di tahap seleksi final atau yang disebut pantukhir dalam seleksi POLRI.
Sebuah momen yang tidak mudah, karena harapan yang telah diperjuangkan harus terhenti di sana. Kemudian pada penghujung tahun 2017, jalan kami mulai mengarah ke takdir masing-masing. Yusuf mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lulus pada instansi Kementrian Hukum dan Ham yang dikenal Kemenkumham kala itu, kemudian mengabdi sebagai Polisi Khusus Pemasyarakatan atau yang dikenal Polsuspas di Lapas Pematang Raya, Pematangsiantar. Sementara itu, Ribka melanjutkan langkahnya dengan diterima di Perguruan Tinggi Negeri, yakni Politeknik Negeri Medan. Meski jalan yang ditempuh berbeda, kisah kami ternyata belum benar-benar berakhir.
Pada 23 Januari 2021, sebuah pesan sederhana menjadi awal dari cerita yang baru. Yusuf menghubungi Ribka melalui Direct Message Instagram dengan pesan singkat, “follback ribka”, yang kemudian dibalas sederhana oleh Ribka, “nunga bang”. Pesan singkat itu menjadi titik awal komunikasi kami. Sesuatu yang dulu tidak pernah terjadi karena sebelumnya kami bahkan tidak pernah berkomunikasi sama sekali. Seiring berjalannya waktu, komunikasi kami terjalin dengan baik. Hingga pada 23 Mei 2021, Yusuf menyatakan perasaannya kepada Ribka di Starbucks Iskandar Muda kota Medan. Di tempat sederhana itu, sebuah langkah besar dimulai, kami sepakat untuk menjalin hubungan dan resmi berpacaran. Selama lima tahun menjalin hubungan, kami harus melewati perjalanan jarak jauh yang tidak singkat. Empat tahun pertama, kami menjalani LDR antara Pematangsiantar – Medan.
Di tahun pertama, tahun kedua, bahkan hingga tahun ketiga hubungan kami, Yusuf setiap tahun menyampaikan keseriusannya untuk mengajak Ribka melangkah ke jenjang pernikahan. Namun saat itu, Ribka dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak ingin menikah sebelum dirinya menjadi seorang PNS. Keputusan itu bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kesiapan diri untuk masa depan yang lebih baik dan juga mengabdi bagi negara adalah cita-cita Ribka sedari dulu dan Yusuf pun tetap setia menunggu, serta percaya pada waktu yang tepat. Hingga akhirnya, di tahun keempat, doa dan usaha Ribka terjawab. Ia menyelesaikan kuliahnya dan dinyatakan lulus seleksi CPNS pada instansi Mahkamah Agung Republik Indonesia dan ditempatkan di Pengadilan Negeri Tarutung. Pada tahun kelima inilah mereka LDR Siantar-Tarutung selama satu tahun. Di momen itu juga, akhirnya Ribka dengan penuh keyakinan menerima ajakan Yusuf untuk melangkah ke arah yang lebih serius. Dan di tahun kelima ini, komitmen dan janji itu pun mulai terwujud.
Pada 8 Februari 2026, Yusuf memberanikan diri melamar Ribka di Montero Coffee & Resto yang berlokasi di Kecamatan Muara, Sumatera Utara. Dengan penuh haru dan air mata, Yusuf mengungkapkan keseriusannya, melamar Ribka dengan sebuah cincin emas yang cantik dan bermata yang menjadi simbol cinta serta kesungguhan hatinya. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 16 Februari 2026, Yusuf bersama kedua orang tuanya datang ke rumah Ribka untuk melaksanakan marhusip, sebagai langkah awal penyatuan dua keluarga dalam adat batak.
Momen tersebut menjadi tanda bahwa perjalanan kami tidak hanya tentang dua hati, tetapi juga tentang menyatukan dua keluarga dalam satu tujuan yang sama. Hingga akhirnya, sebuah tanggal indah pun disepakati oleh kami dan keluarga. Dengan kehendak Tuhan, kami percaya setiap langkah dalam perjalanan ini telah diatur dengan indah. Dengan penuh rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus, kami akan melangkah dalam ikatan suci, yaitu pernikahan yang kudus pada 16 Mei 2026 sebuah awal baru untuk perjalanan kami sebagai satu dalam kasih.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.