
Tak pernah ada yang menyangka, sebuah pertemuan sederhana bisa menjadi awal dari segalanya. Di tengah rutinitas dan kesibukan, semesta mempertemukan kami. Hanya tatapan singkat, senyum yang sekilas, dan percakapan ringan namun di situlah benih pertama cinta mulai tumbuh.
Tidak semua kisah berjalan mulus. Ada jarak, ada waktu, ada perbedaan yang menguji kesabaran. Namun dari sanalah kami belajar arti ketulusan. Bahwa cinta bukanlah mencari yang sempurna, tetapi bertahan, saling menerima, dan tumbuh bersama. Setiap ujian justru membuat kami semakin yakin bahwa kami ingin saling menggenggam lebih erat.
Waktu membawa kami pada satu keputusan besar: untuk tidak lagi hanya berjalan berdampingan, tetapi melangkah bersama menuju masa depan. Dengan restu orang tua, doa keluarga, dan hati yang penuh keyakinan, hari lamaran menjadi saksi ikrar kami: bahwa cinta ini bukan sekadar rasa, tetapi pilihan untuk setia selamanya.
Kini kami berdiri di ambang babak baru. Semua doa yang pernah kami panjatkan, semua mimpi yang pernah kami ceritakan, perlahan menemukan jalannya. Pernikahan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh harapan. Sebuah janji untuk saling menjaga, saling melengkapi, dan menuliskan kisah baru bersama-sama.