11 June 2025
10.00 WIB – Selesai
10.00 WIB – Selesai
Kami tidak pernah menyangka, bahwa sebuah pendakian bisa menjadi awal dari kisah cinta yang tak terduga. Saat itu, aku baru saja menyelesaikan petualangan mendaki Gunung Bulu Baria, 2730 MDPL di Gowa. Seperti kebanyakan pendaki lainnya, momen indah di puncak gunung tentu tak akan lengkap tanpa dibagikan ke media sosial. Aku mengunggah video pendakianku ke Facebook — dan dari situlah semuanya dimulai.
Di sisi lain Indonesia, seorang pria yang belum pernah kutemui secara langsung — saat itu berada di Nabire, Papua — meninggalkan komentar di video yang kuunggah. Komentarnya sederhana, tapi terasa beda. Bukan sekadar basa-basi. Ucapan yang ia tulis membuatku terdiam beberapa detik, sambil tersenyum heran. Kalimatnya kurang lebih seperti ini:
"Kalau kita mau menunggu saya pulang dari Papua, insya Allah saya akan datang melamar. Itupun kalau kita mau serius dengan saya."
To the point, jujur, dan langsung ke niat baik. Sebagai perempuan yang biasa menjaga jarak dari obrolan basa-basi, aku justru merasa ada ketulusan yang tulus dari pria ini.
Beberapa bulan kemudian, ia benar-benar pulang kampung. Dan luar biasanya — kami pertama kali bertemu bukan di kafe, bukan di jalan, tapi langsung di rumahku, saat ia datang bersama temannya untuk berbicara dengan orang tuaku. Masya Allah… betapa unik dan indahnya pertemuan pertama kami.
Tak butuh waktu lama. Hanya dua minggu setelah pertemuan itu, keluarganya datang melamar secara resmi. Dan sejak itu, perjalanan kami berlanjut menuju babak baru dalam hidup.
Jodoh itu rahasia Allah. Tak ada yang tahu kapan dan dari mana ia datang. Tapi satu hal yang pasti — tugas kita adalah terus memantaskan diri, agar saat jodoh itu tiba, kita sudah siap menyambutnya.