Your Are Invited!
Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Hans & Lidya
06.09.2025
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Matius 19:6
Sabtu, 6 September 2025
Pukul 10.00 WIB - Selesai
Gereja Katolik Stasi St. Polikarpus
Grogol Petamburan, Jakarta Barat
"Bersisian: Cinta dalam Rangkaian Waktu"
Aku memperhatikannya sejak minggu pertama.
Dia bukan yang paling lantang di ruangan — bahkan jarang bicara jika tak perlu. Tapi ada sesuatu dalam caranya duduk, mendengar, berpikir.
Saat yang lain condong ke depan, mengejar perhatian, dia justru menunduk ke dalam — tenang, terarah, hadir dengan cara yang berbeda.
Itulah Lidya.
Awalnya, aku bertanya-tanya — apakah kami punya kesamaan?
Aku tipe yang mudah bicara dengan siapa pun seolah mereka teman lama.
Dia, sebaliknya, memilih kata seperti seorang notaris memilih frasa — hati-hati, penuh makna.
Lalu kami mulai bekerja sama dalam proyek. Dan di situlah aku benar-benar melihatnya — bukan sekadar teman sekelas yang pendiam, tapi seorang pemikir. Pelaksana yang diam-diam kuat.
Aku melempar ide; dia mempertajamnya. Aku mengelola orang; dia mengatur rencana.
Dan untuk pertama kalinya, aku merasa bukan hanya didengar — tapi diseimbangkan.
Seiring berjalannya semester demi semester, percakapan kami pun dalam. Kami bicara soal etika, beban profesi masa depan, tentang makna hidup yang kami cari.
Lalu aku sadar:
Ini bukan sekadar chemistry. Ini adalah keselarasan.
Kami tak sekadar cocok. Kami saling melengkapi.
Sampai suatu hari, aku bertanya padanya — pelan, jelas:
“Bagaimana kalau kita bangun hidup ini — bukan hanya berdampingan di kampus, tapi berdampingan dalam segalanya?”
Dan saat dia menjawab “ya,” itu tak terdengar heboh atau dramatis.
Tapi mantap. Seperti dirinya.
Dan seperti kami.
Aku pun memperhatikan Hans sejak awal — meski aku tak secepat dia.
Dia punya energi yang memenuhi ruangan. Ramah, terbuka, tak ragu menyapa bahkan saat kami yang lain bersembunyi di balik buku kasus.
Aku bukan tipe seperti itu. Dan mungkin memang tidak akan pernah.
Aku selalu menjadi pengamat. Melihat lebih dulu, baru berbicara.
Saat Hans menjangkau keluar, aku menyelam ke dalam.
Bukan pemalu — hanya hati-hati.
Dalam kerja kelompok, perbedaan kami tampak jelas. Tapi begitu pula potensi kami.
Hans menyuarakan benang merah. Aku diam-diam mengikatkannya.
Dia memimpin di depan. Aku menyusun kerangka di balik layar.
Dan yang paling berarti:
Dia tak pernah mencoba mengubahku.
Dari situlah aku tahu — dia benar-benar melihatku.
Seiring waktu, kerja sama kami berubah menjadi pertemanan.
Lalu kepercayaan.
Lalu sesuatu yang tak perlu kami beri nama — karena kami sudah merasakannya sebelum sempat mengatakannya.
Dia membawa cahaya. Aku membawa arah.
Dia memberi gerak. Aku memberi makna.
Dan saat dia mengajak membangun masa depan bersama, aku tak ragu.
Karena aku tahu: kami tak sekadar berjalan berdampingan.
Kami berjalan dengan tujuan.
Apa yang dimulai di ruang kelas, tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar —
Bukan sekadar cinta, tapi arah.
Bukan sekadar romansa, tapi irama.
Kami tak bergerak dengan cara yang sama. Kami tak berpikir dengan cara yang sama.
Dan justru karena itu, semuanya menyatu.
Hans adalah suara di ruangan. Lidya adalah kekuatan di baliknya.
Dia yang menghubungkan. Dia yang membangun.
Dan bersama, kami merancang — hidup, cinta, dan warisan.
Dua energi yang berbeda.
Satu kompas yang sama.
Bersisian.
Karena pilihan.
Untuk selamanya.
Kami bersyukur, dipertemukan Allah diwaktu terbaik, Kini kami menanti hari istimewa kami.
Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menyaksikan Pernikahan kami secara Virtual yang disiarkan langsung melalui Sosial Media di bawah ini
Sabtu, 12 Desember 2024
Pukul : 12.00 WIB - Selesai
Wedding Gift
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Kirim Hadiah
Nama Penerima : Hans Lukita / Lidya Puspita
No. HP : 085376108777
Alamat : Jl. Kenanga No. 39, Kel. Senapelan, Kec. Padangbulan, Pekanbaru, Riau
Berikan ucapan harapan dan do’a kepada kedua mempelai
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.
Kami yang berbahagia,
Hans & Lidya
Joliesse.Wo
Asset Files:
- WeddingPress Template #63 -
Undangan Pernikahan Digital Created By Weddingpress.co.id