














Di tahun yang sederhana itu, kami dipertemukan tanpa rencana. Bukan pertemuan yang penuh drama, tapi cukup untuk menumbuhkan rasa yang perlahan berubah menjadi doa.
Seiring waktu. pertumbuhan itu berkembang menjadi kisah yang kami rawat perlahan. Kami menjalin hubungan yang dipenuhi proses belajar tentang kepercayaan, pengertian, dan bagaimana saling menjaga. Bukan perjalanan yang selalu mudah, tapi selalu kami perjuangkan dengan keyakinan. Bahwa hati yang ditujukan untuk menetap akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan.
Setelah bertahun-tahun saling mengenal belajar tentang arti sabar dan pengertian, ia datang membawa niat tulus bersama restu kedua orang tuanya. Hari itu menjadi saksi bisu, ketika dua hati menyatukan harapan dalam ridha keluarga dan bimbingan-Nya. karena penulis pernah berkata "Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh"
Akhirnya, kami melangkah ke hari yang selama ini kami panjatkan dalam doa. Bukan karena waktu yang panjang, tapi karena keyakinan yang kuat bahwa cinta yang diridhoi Allah SWT pasti akan menemukan jalannya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidinna Ali Bin Abi Thalib : "Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemuimu"