Kami percaya bahwa setiap pertemuan memiliki waktunya sendiri.
Cerita kami dimulai sederhana—dari sebuah story di Instagram yang terus muncul,
dari ketertarikan kecil yang perlahan tumbuh menjadi rasa ingin tahu.
Aku memulai percakapan itu tanpa ekspektasi,
namun dari setiap balasan yang ia kirim, aku menemukan ketenangan yang tak pernah aku duga.
Ia hadir seperti jeda di tengah lelah,
seperti semangat yang datang di hari-hari penuh kesibukan.
Obrolan kami berjalan begitu natural,
hingga suatu hari ia bertanya tentang tujuan dari perkenalan ini.
Dan di situlah aku merasa, mungkin inilah waktunya untuk jujur—
bahwa rasa yang tumbuh ini lebih dari sekadar percakapan.
Lewat sebuah panggilan di antara jarak Jakarta dan Bandung,
dengan waktu yang sering tak sejalan,
aku menyampaikan perasaan itu.
Tak pernah terbayang, jawabannya justru menghangatkan,
seolah semesta ikut mengiyakan langkah kecil yang kuambil malam itu.
Sejak saat itu, kami belajar bahwa jarak bukan alasan untuk tidak dekat,
bahwa rindu adalah bagian dari perjalanan,
dan bahwa setiap pertemuan yang dijadwal pun memiliki artinya sendiri.
Ini adalah cerita awal kami—
kisah yang lahir dari keberanian sederhana,
dari dua hati yang akhirnya memilih untuk berjalan menuju masa depan yang sama.
