
Pertemuan pertama kami terjadi pada tahun 2015, saat Anas mengajar di TPQ IM Jatinangor dan Sani menjadi salah satu muridnya. Tanpa menyiratkan kesan yang berbeda, pertemuan tersebut berlalu tanpa apa-apa.
Disela-sela kesibukan masing-masing, Anas dan Sani sempat tanpa bertutur kabar selama kurang-lebih 6 tahun. Dalam kealpaan itu, sempat terbersit memantau walau hanya melalui media sosial.
Pada pertengahan 2022, Anas memberanikan diri mengontak Sani melalui DM Instagram untuk menanyakan kabar dan meminta nomor kontak WhatsApp. Dari kontak tersebut, Anas mengetahui bahwa Sani telah aktif kuliah sambil berwirausaha subskripsi Spotify dengan komunitasnya. Kemudian, Anas dengan sadar mencoba menjadi pelanggan tetap Sani dengan alasan terselubung agar bisa memantau Sani tanpa harus blak-blakan. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, akhirnya pasrah saja pada keadaan.
Titik temu itu terjadi pada akhir tahun 2024, ketika Anas dan Sani secara tidak sengaja dan tanpa komunikasi, janji, bahkan rencana bertemu di acara wisuda teman kami masing-masing. Anas mengajak Sani dan rombongan untuk makan malam yang kemudian di akhir pertemuan mendapatkan kesempatan untuk mengantar Sani pulang.
Akhir tahun itu, Anas pertama kali datang ke rumah Sani, meminta izin orangtua Sani untuk mengajak jalan sambil mencoba mengenal lebih jauh.
Akhirnya, kisah demi kisah, mimpi per mimpi serta tiap-tiap untaian do'a menemukan muaranya. Sani sepakat untuk menerima ajakan Anas berjuang bersama mengarungi kehidupan dalam ikatan yang diridhai-Nya.
Tanggal 03 Juni 2025 adalah tanda bagi ikatan yang melingkar dalam jari manis tangan kiri Sani. Rombongan keluarga besar beserta perwakilan mengerucut dalam hari kebahagiaan Anas-Sani.
Dan hari dimana para undangan membaca sekelumit perjalanan kami, 05 Oktober 2025, menghadiri hari bahagia kami adalah tanda titik baru dimulainya petualangan kami sebagai manusia yang memperjuangkan romansa dalam ridha Tuhan-Nya.