Kami hanyalah dua insan yang berbagi atap sekolah yang sama.
Dia kakak tingkat, aku adik kelas.
Tidak ada sapaan, bahkan sepasang mata pun jarang bertemu.
Kami berlalu, seperti dua garis yang belum waktunya bersinggungan.
Lalu waktu berjalan…
Di tengah riuh masa kuliah dan sunyi ruang maya,
sebuah sapaan singkat membuka pintu cerita.
Perlahan, kami mulai saling mengenal lewat layar:
bercerita tentang hari-hari, mimpi, dan hal-hal sederhana
yang perlahan menumbuhkan rasa yang tak sederhana.
Dia di negeri seberang,
menempuh ilmu dan menjemput masa depan.
Kami tak pernah bersua,
namun setiap panggilan dan pesan menjelma jarak yang terasa lebih dekat.
Kami memutuskan untuk saling menggenggam dalam keyakinan.
Meski langit yang kami pandang berbeda,
tapi hati kami tertambat pada tujuan yang sama.
Dan akhirnya, Ia mengucap janji, meminang dalam harap dan doa.
Lalu, pada 16 Agustus 2025 —
untuk pertama kalinya, semesta mempertemukan kami
di Bandara Soekarno-Hatta.
Sebuah pertemuan pertama setelah sekian lama mencinta dalam diam dan jarak.
Kini,
kami akan mengukir awal yang baru, Menjadi sepasang jiwa yang dipersatukan oleh waktu,
diperkuat oleh rindu,
dan disatukan dalam restu.
Ini bukan akhir dari perjalanan,
melainkan awal dari kehidupan yang ingin kami jalani berdua—
selamanya.
